SELAMAT DATANG

GURU SEJATI adalah tempatku belajar dari apa yang aku baca, aku lihat, aku dengar dan aku rasakan, dan berbagi dengan sesama insan yang belajar. GURU SEJATI bukanlah aku atau diriku. GURU SEJATI adalah semangatku dalam mengapai ilmu dan ridho-Nya.adalah semangatku dalam mengapai ilmu dan ridho-Nya.GURU SEJATI adalah proses belajar dan mencari jati diri.

Minggu, Mei 11, 2014

KONSEP BUDAYA SEKOLAH



Kebudayaan menurut Koentjaraningkat (1987) merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan miliknya melalui belajar.
Budaya sekolah adalah nilai-nilai dominan yang didukung oleh sekolah atau falsafah yang menuntun kebijakan sekolah terhadap semua unsur dan komponen sekolah termasuk stakeholders pendidikan, seperti cara melaksanakan pekerjaan di sekolah serta asumsi atau kepercayaan dasar yang dianut oleh warga sekolah. Budaya sekolah merujuk pada suatu sistem nilai, kepercayaan dan norma-norma yang diterima secara bersama, serta dilaksanakan dengan penuh kesadaran sebagai perilaku alami, yang dibentuk oleh lingkungan yang menciptakan pemahaman yang sama diantara seluruh unsur dan stakeholder sekolah baik itu kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik dan jika perlu membentuk opini masyarakat yang sama dengan sekolah
Budaya sekolah sangat erat kaitanya dengan pembentukan suasana sekolah yang kondusif. Efektivitas pengembangan kondisi sekolah mengacu pada materi diskusi Partnership For Global Learning (2012) harus memenuhi 6 indikator sebagai berikut:
a. Memusatkan fokus pembelajaran pada hasil belajar peserta didik.
b. Menjamin keseimbangan antara kegiatan belajar individual, kolaborasi, dan belajar dalam interaksi sosial.
c. Selaras dengan kebutuhan pengembangan motivasi peserta didik.
d. Sensitif terhadap perbedaan individu
e. Menantang peserta didik dengan tidak memberikan lebih dari kapasitasnya.
Belum semua sekolah memahami pentingnya budaya sekolah. Hal ini terlihat pada fakta bahwa belum semua sekolah memiliki program pengembangannya. Kondisi ini terjadi karena sebagian kepala sekolah belum memahami dan terampil dalam merencanakan, melaksanakan pengembangan, dan mengukur efektivitas pengembangan budaya sekolah. Hal itu tidak berarti kepala sekolah tidak memperhatikan pengembangannya. Pada kenyataannya banyak kepala sekolah yang sangat memperhatian akan pentingnya membangun suasana sekolah, suasana kelas, membangun hubungan yang harmonis untuk menunjang terbentuknya norma, keyakinan, sikap, karakter, dan motif berprestasi sehingga tumbuh menjadi sikap berpikir warga sekolah yang positif. Hanya saja kenyataan itu sering tidak tampak pada dokumen program pengembangan budaya.
Penyebaran dan perkembangannya berproses seiring dengan perkembangan kehidupan. Stolp dan Smith (1994 ) menyatakan budaya sekolah berkembang bersamaan dengan sejarah sekolah. Wujudnya dalam bentuk norma, nilai-nilai, keyakinan, tata upacara, ritual, tradisi, mitos yang dipahami oleh seluruh warga sekolah. Karena perbedaan tingkat keyakinan, norma, dan nilai-nilai yang diyakini oleh warga sekolah telah menyebabkan sekolah miliki tradisi berbeda-beda.
Data menunjukkan meskipun terdapat beberapa sekolah yang memiliki sumber keuangan yang sama besar, namun penampilan fisik dan prestasinya berbeda. Lebih dari itu, bisa terjadi sekolah dalam satu kompleks, didukung dengan lingkungan masyarakat yang sama, latar belakang pendidikan kepala sekolah dan guru-gurunya sama, namun karena memiliki budaya sekolah yang berbeda, iklim sekolah berbeda, maka prestasinya menjadi berbeda.
Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh pemahaman dan kepatuhan warga sekolah terhadap norma, nilai-nilai, dan keyakinan yang mereka junjung. Makin kuat keyakinan dan kepatuhan warga terhadap norma dan nilai-nilai semakin tinggi pula keterikatannya pada sekolah, semakin besar rasa memiliki, dan makin kuat motif belajarnya.
Berkenaan dengan itu, Stolp dan Smith (1994: xiii) menyatakan bahwa, bagaimanapun keadaannya, perubahan budaya lingkungan sebenarnya menjadi tantangan yang berat. Sekolah berada dalam kondisi ketidakpastian. Karena itu, sekolah memerlukan perhatian pimpinan yang cerdas, yang pandai memecahkan masalah yang kompleks pada gelombang perubahan yang arahnya serba tidak pasti.
Homer Dixon yang dikutip oleh Fullan (2001: hal 4) menyatakan bahwa kepala sekolah menghadapi tantangan dalam mengelola masalah yang makin kompleks. Ketidakpastian menyebabkan krisis datang tanpa aba-aba. Daya kendalinya selalu memerlukan dukungan pemikiran yang handal. Gelombang masalah yang datang selalu berbeda. Karena itu kepala sekolah harus selalu membaharui idenya secara inovatif untuk mendukung kebijakan dan tindakan yang efektif atau mencapai tujuan.
Tantangan utama kepala sekolah dalam mengembangkan budaya sekolah adalah membangun suasana sekolah yang kondusif melalui pengembangan komunikasi dan interaksi yang sehat antara kepala sekolah dengan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, orang tua peserta didik, masyarakat, dan pemerintah. Komunikasi dan interaksi yang sehat memilki dua indikator yaitu tingkat keseringan dan kedalaman materi yang dibahas. Di samping itu, kepala sekolah perlu mengembangkan komunikasi multi arah untuk mengintegrasikan seluruh sumber daya secara optimal.

Sumber kutipan:
Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Kepala Sekolah
MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN SEKOLAH
Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan
dan Penjaminan Mutu Pendidikan
Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan
Tahun 2014

Sabtu, April 26, 2014

INSTRUMEN PENELAAHAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN



1. Nama Guru                    :..............................................
2. Nama Sekolah              :..............................................
3. Mata Pelajaran/Tema               :.............................................

Berilah tanda cek (V) pada kolom “YA” atau “TIDAK” sesuai dengan kriteria yang diberikan. Berikan catatan atau saran untuk perbaikan RPP sesuai penilaian Saudara.

No
Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Hasil Penelaahan

Catatan
Ya
Tidak
A
Identitas Mata Pelajaran



1.
Terdapat: satuan pendidikan, kelas, semester, program/program keahlian, mata pela­jaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan



B.
Perumusan Indikator



1.
 Kesesuaian dengan SKL,KI dan KD



2.
Kesesuaian penggunaan kata kerja opera­sional dengan kompetensi yang diukur



3.
Kesesuaian dengan aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan.



C.
Perumusan Tujuan Pembelajaran



1.
Kesesuaian dengan proses dan ha­sil belajar yang diharapkan tercapai



2.
Kesesuaian dengan kompetensi dasar



D.
Pemilihan Materi Ajar



1.
Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran



2.
Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik



3.
Kesesuaian dengan alokasi waktu



E.
Pemilihan Sumber Belajar



1.
Kesesuaian dengan KI dan KD



2.
Kesesuaian dengan materi pembelajaran dan pendekatan scientific



3.
Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik



F.
Pemilihan Media Belajar



1.
Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran



2.
Kesesuaian dengan materi pembelajaran dan pendekatan scientific



3.
Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik



G.
Model Pembelajaran



1.
Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran



2.
Kesesuaian dengan pendekatan Scientific



H.
Skenario Pembelajaran



1.
Menampilkan kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup dengan jelas



2.
Kesesuaian kegiatan dengan pendekatan scientific



3.
Kesesuaian penyajian dengan sistematika materi



4.
Kesesuaian alokasi waktu dengan cakupan materi



I.
Penilaian



1.
Kesesuaian dengan teknik dan bentuk penilaian otentik dan holistik (sikap, pengetahuan, dan keterampilan)



2.
Kesesuaian dengan dengan indikator pencapaian kompetensi



3.
Kesesuaian kunci jawaban dengan soal



4.
Kesesuaian pedoman penskoran dengan soal



Jumlah “YA”



Nilai Akhir =  Jumlah YA: Jumlah Item X 100



Predikat




Komentar terhadap RPP secara umum:
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................



INSTRUMEN SUPERVISI PEMBELAJARAN
1. Nama Peserta               : ..............................................
2. Asal Sekolah                                  : ..............................................
3. Mata Pelajaran             : ..............................................
3. Tema                                : ..............................................

Aspek yang Diamati
Ya
Tidak
Catatan
Kegiatan Pendahuluan



Melakukan apersepsi dan motivasi.



a
Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam  mengawali kegiatan pembelajaran.



b
Mengaitkan materi pembelajaran sekarang dengan pengalaman peserta didik dalam perjalanan menuju sekolah atau dengan tema  sebelumnya.



c
Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitan dengan tema yang  akan dibelajarkan.



d
Mengajak peserta didik berdinamika/melakukan sesuatu kegiatan yang terkait dengan materi.



Kegiatan Inti



Guru menguasai materi  yang diajarkan.



a.
Kemampuan menyesuaikan materi dengan tujuan pembelajaran.



b.
Kemampuan mengkaitkan materi dengan pengetahuan lain yang diintegrasikan secara relevandengan perkembangan Iptek dankehidupan nyata .



c.
 Menyajikan materi dalam tema secara sistematis  dan gradual (dari yang mudah ke sulit, dari konkrit ke abstrak)



Guru menerapkan strategi pembelajaran yang mendidik.



a.
 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai.



b.
Melaksanakan pembelajaran secara runtut.



c.
Menguasai kelas dengan baik.



d.
Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual.



e.
Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif (nurturant effect).



f.
Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan.



Guru menerapkan pendekatan saintifik.



a
Memberikan pertanyaan mengapa dan bagaimana.



b
Memancing peserta didik  untuk peserta didik bertanya.



c
Menyajikan kegiatan peserta didik untuk keterampilan mengamati.



d
Menyajikan kegiatan peserta didik untuk keterampilan menganalisis.



f
Menyajikan kegiatan peserta didik untuk keterampilan mengkomunikasikan.




Guru melaksanakan penilaian autentik.



a
Mengamati sikap dan perilaku peserta didik dalam mengikuti pelajaran.



b
Melakukan penilaian keterampilan peserta didik dalam melakukan aktifitas individu/kelompok.



c
Mendokumentasikan hasil pengamatan skap, perilaku dan keterampilan peserta didik.



Penerapan Pembelajaran Tematik Terpadu



a
Menyajikan pembelajaran sesuai tema



b
Menyajikan pembelajaran dengan memadukan berbagai
mata pelajaran dalam satu PBM



c
Menyajikan pembelajaran yang memuat komponen
karakteristik terpadu.



d
Menyajikan pembelajaran yang bernuansa aktif dan
menyenangkan.



Guru memanfaatan sumber belajar/media dalam pembelajaran.



a.
Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan sumber belajar  pembelajaran.



b.
Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan  media pembelajaran.



c.
Menghasilkan pesan yang menarik.



d.
Melibatkan peserta didik dalam   pemanfaatan sumber belajar pembelajaran.



e.
Melibatkan peserta didik dalam   pemanfaatan   media pembelajaran.



Guru memicu dan/atau memelihara keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran.



a.
 Menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik melalui interaksi guru, peserta didik, sumber belajar.



b.
Merespon positif partisipasi peserta didik,



c.
Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons peserta didik,



d.
Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif.



e.
Menumbuhkan keceriaan dan antusisme peserta didik dalam belajar.



Guru menggunakan bahasa yang benar dan tepat dalam pembelajaran



a.
Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar.



b.
Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar.



c.
Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai.



  Penutup Pembelajaran
Guru mengakhiri pembelajaran dengan efektif



a.
Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan peserta didik.



b.
 Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan, atau kegiatan, atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan.



Jumlah “YA”



Nilai Akhir =  Jumlah YA: Jumlah Item X 100



Predikat




Rekomendasi:
..........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

                                                  ............................................,.......................
                                                                                                                             Supervisor,
 ____________________________
Catatan:
Rentang Nilai:
Interval
Hasil Konversi
Predikat
96 - 100
4.00
Sangat Baik
91 - 95
3.66
85 - 90
3.33
Baik
80 – 84
3.00
75 – 79
2.66
70 – 74
2.33
Cukup
65 – 69
2.00
60 – 64
1.66
55 – 59
1.33
Kurang
<  54
1.00