SELAMAT DATANG

GURU SEJATI adalah tempatku belajar dari apa yang aku baca, aku lihat, aku dengar dan aku rasakan, dan berbagi dengan sesama insan yang belajar. GURU SEJATI bukanlah aku atau diriku. GURU SEJATI adalah semangatku dalam mengapai ilmu dan ridho-Nya.adalah semangatku dalam mengapai ilmu dan ridho-Nya.GURU SEJATI adalah proses belajar dan mencari jati diri.

Rabu, Juni 17, 2009

KESAN-KESAN TERHADAP STRATEGI PEMBELAJARAN ESTAFET JAKARTA

Setelah pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan stategi estafet Jakarta, saya meminta siswa-siswa untuk menuliskan dalam selembar kertas tentang kesan-kesan mereka dalam belajar dengan menggunakan strategi ini. Berikut petikannya:

  1. Eka Maria Ulfah

    Aku sangat senang dengan model pembelajaran seperti ini. Aku dapat menghapal pelajaran yang diberikan oleh pak guru dengan mudah dan aku juga bisa menjadi guru bagi taman-temanku. Semoga dengan modeal pembelajaran seperti ini anak-anak kelas 6 menjadi pintar

  2. Ansori

    Perasaanku sangat senang karena aku bisa bertukar pertanyaan dengan teman. Tetapi sedikit pusing pertanyaannya banyak dan sulit.

  3. Rihanto

    Kesan saya belajar dengan cara estafet jakarta sangat senang karena bisa menambah wawasan dengan menjawab pertanyaan yang dibuat teman

  4. Japarudin

    Aku sangat berkesan karena aku bisa menjadi guru dan memberi soal/ pertanyaan kepada teman-teman.

  5. Samsudin

    Saya bisa belajar membuat pertanyaan dan jawaban sendiri. Pembelajaran seperti ini membuat suasana belajar menyenangkan.

  6. Kurnaesih

    Pembelajaran seperti ini bisa mambuatku merasakan sejauh mana kemampuanku dalam mengingat pelajaran

  7. Irna Heryati

    Waktu aku di halaman aku sangat gemetar karena takut nggak bisa menjawab pertanyaan temanku. Setelah giliranku yang bertanya, ternyata teman-tamanku nggak ada yang bisa menjawab, jadi aku jawab sendiri

  8. Ranti

    Aku senang belajar berkelompok apalagi kalau caranya tanya jawab seperti ini . Ada pertanyaan yang tidak bisa aku jawab karena pertanyaan yang disampaikan teman itu ada yang tidak masuk akal. Aku juga jengkel pada teman yang bercanda saat giliranku bertanya.

  9. Tursinah

    Sebenarnya aku merasa senang belajar dengan cara seperti ini. Tapi kalau pas nggak ada pak guru teman-teman pada diam saja. Kalau pak guru mendekat mereka pura-pura menjawab. Aku jadi jengkel

  10. Sri miyanti

    Aku sangat senang berlajar berkelompok dengan teman-teman dan menjawab soal walapun sulit kita harus berusaha mejawab. Pertanyaan teman ada yang sulit ada yang mudah

  11. Aku jengkel karena teman-temanku banyak yang bergurau dan membuat soalnya susah. Tapi saat aku nggak bisa menjawab, temanku yang membuat soal itu memberi tahu jawabannya.
  12. Cicih sumarni

    Ahtiku sangat senang karena dapat menimba ilmu dari teman-teman.

  13. Darwini

    Perasaaanku senang bercampur jengkel karena belajarnya di halaman yang panas banget. Gembiranya karena aku dapat mendapat ilmu tambahan dar iteman-teman, pokoknya perasaanku campur aduk kaya gado-gado

  14. Wiharti

    Wakt aku di halaman dengan teman-teman kenapa ya ,hatiku deg-degan banget. Rasanya takut, bingung, dan jengkel soalnya aku takut nggak bisa menjawab pertanyaan dari teman-temanku, aku jengkel karena temanku tidak bisa menjawab pertanyaan ku dan mereka tidak serius dan selalu mengeluh .rasanya jadi marah benget.

  15. Dewi siti f

    Perasaanku adalah senang karena ilmunya bertambah. Tapi aku juga kesel karena kalau teman-teman menjawab pertanyaanku tidak bisa-bisa dan tidak hapal-hapal. Tapi itu juga bisa mengasah daya ingat dan pikirku.


'GARUDA DI DADAKU', Kepedulian Pada Sepakbola Anak

Kapanlagi.com - Film GARUDA DI DADAKU karya sutradara muda Ifa Isfansyah menjadi pembangkit semangat bagi anak-anak terutama bagi asuh yang ada di rumah singgah maupun panti asuhan melalui sepak bola.
"Motivasi sangat penting untuk membangkitkan semangat untuk mencapai tujuan maupun impian. Semua orang berhak untuk melakukan," kata Arya Bahupringga, Brand Manager Lifebuoy Shampoo di sela acara nonton bareng di Jakarta, Selasa (16/6).
Film yang menceritakan tentang arti sebuah semangat dan pengorbanan untuk mencapai tujuan itu diharapkan mampu memberikan motivasi kepada semua orang terutama pada anak-anak.
Menurut dia, sepak bola hampir menjadi tren di seluruh kalangan masyarakat Indonesia. Olah raga ini sangat digemari oleh masyarakat terutama anak-anak yang tergambar jelas pada film GARUDA DI DADAKU.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia sepak bola anak-anak, pihaknya mendukung penuh pembuatan film ini serta memberikan kesempatan kepada anak-anak Indonesia untuk mewujudkan impiannya menjadi pemain sepak bola.
"Saya sangat optimistis program Bintang Lapangan ini akan memotivasi anak-anak Indonesia untuk menggemari sepak bola. Dengan film ini diharapkan menjadi inspirasi untuk maju," katanya menambahkan.
Pada pemutaran film GARUDA DI DADAKU menghadirkan ratusan anak asuh dari beberapa rumah singgah di Jakarta antara lain Rumah Singgah Sekar Pedengkolan, rumah singgah DPS Bambu Apus serta rumah singgah Kurnia Keramatjati Jakarta.
Selain itu juga dihadiri oleh ratusan siswa sekolah SSI Arsenal Jakarta, produser film Shanty Harmayn serta pemain yang mendukung film tersebut, di antaranya Emir Mahira serta pemain sepak bola nasional, Ponaryo Astaman.
"Kami sengaja mengundang anak asuh dari panti asuhan dan rumah singgah. Dengan film ini diharapkan bisa memacu untuk mencapai cita-citanya," katanya menegaskan. (kpl/bun)

sumber cerita:http://www.kapanlagi.com/h/garuda-di-dadaku-kepedulian-pada-sepakbola-anak.html

Selasa, Juni 16, 2009

STRATEGI PEMBELAJARAN ESTAFET JAKARTA

ESTAFET JAwab KARtu perTAnyaan
Creative By: UNTUNG SUTIKNO, S.Pd.
Guru SDN Rungkang 02 Kecamatan Losari Kabupaten Brebes
2008


Pengantar




Belajar merupakan upaya membangun makna/pengertian/pemahaman terhadap pengalaman dan informasi yang dilakukan oleh si pembelajar, yang disaring melalui persepsi, pikiran dan perasaan. Sedangkan mengajar merupakan upaya menciptakan suasana yang mengembangkan inisiatif dan tanggung jawab belajar si pembelajar ke arah belajar seumur hidup.



Beberapa pernyataan tentang proses belajar mengajar yang dijalankan guru dewasa ini :


" … pesan yang tertangkap oleh pembelajar dalam pengalaman belajar-mengajar sangat tergantung pada bentuk kegiatan belajar yang dihayatinya" (Cf. Brophy dan Alleman, 1991; Gagne, 1997; Gagne dan Glaser, 1987, dalam Raka Joni, 1993).

"Pembaharuan dalam bidang pendidikan harus dimulai dari 'bagaimana anak belajar' dan 'bagaimana cara guru mengajar', bukan dari ketentuan-ketentuan hasil" (Brooks, 1999, hal.3 – 4)


" Di Indonesia, kemampuan cara mengajar di depan kelas inilah yang masih kurang dimiliki guru-guru. Padahal materi pelajaran dalam kurikulum yang dipelajari itu di mana-mana sama (J. Drost. Kompas: 4 Juni 2002)



Strategi pembelajaran estafet jakarta (jawab kartu pertanyaan) menggunakan pendekatan Pakem ( Pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan). Strategi ini dapat diterapkan oleh guru baik di tingkat sekolah dasar maupun di tingkat menengah. Strategi estafet jakarta saya ciptakan untuk memberi kontribusi terhadap upaya melakukan pembaharuan proses belajar mengajar sebagaimana pernyataan-pernyataan di atas.

LANGKAH-LANGKAH ESTAFET JAKARTA

KEGIATAN AWAL

  1. Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, guru menyiapkan kartu bernomor sejumlah siswa untuk pengelompokkan siswa, misal (36 anak)
  2. Guru menyajikan materi atau bacaan.
  3. Setiap siswa diberi kartu/ kertas kosong.
  4. Setiap siswa ditugasi menuliskan sebuah pertanyaan pada kartu/ kertas kosong. Siswa diwajibkan mengerti jawaban / kunci jawaban dari pertanyaan yang dibuatnya.
  5. Setiap siswa diberi sebuah kartu bernomor yang telah disiapkan (seperti di atas).
  6. Selanjutnya seluruh siswa menuju ke halaman sekolah dan berkumpul membentuk kelompok sesuai kartu kelompok yang diterimanya.

BABAK PERTAMA


Berdasarkan kelompok abjad (kelompok A, B. C. D. E dan F). Kegiatan dilakukan di luar kelas secara serentak semua kelompok.

  1. Siswa berkelompok sesuai abjad pada kartu yang ia terima.
  2. Setiap siswa secara estafet, diawali dari siswa yang bernomor kartu 1 membacakan pertanyaan yang dibuatnya, siswa lain dalam kelompok menjawab secara estafet diawali dari nomor kartu 2, 3, 4, 5 dan 6.
  3. Setelah semua menjawab, siswa penanya menyampaikan jawaban yang benar.
  4. Dilanjutkan siswa dengan nomor kartu 2 bertanya, siswa lainnya dalam satu kelompok menjawab secara estafet diawali dari nomor 3, 4, 5, 6, dan 1.
  5. Selanjutnya siswa dengan nomor kartu 3 bertanya, siswa lainnya dalam satu kelompok menjawab secara estafet diawali dari nomor 4, 5, 6, 1, 2 dan 3.
  6. Setelah semua menjawab, siswa penanya menyampaikan jawaban yang benar Setelah semua menjawab, siswa penanya menyampaikan jawaban yang benar. Demikian seterusnya sampai semua siswa menjadi penanya.

    Pada foto tampak salah seorang siswa sedang bertanya, siswa lain secara estafet menjawab




BABAK KEDUA



Berdasarkan Kelompok nomor kartu (kelompok 1, 2, 3, 4, 5 dan 6). Kegiatan ini dilakukan utnuk pemerataan jangkauan siswa terhadap kegiatan menJAwab KARtu perTAnyaan yang dibuat oleh siswa dari kelompok lain.

  1. Siswa berkelompok sesuai nomor pada kartu yang ia terima.
  2. Setiap siswa secara estafet diawali dari siswa huruf A membacakan pertanyaan yang dibuatnya, siswa B, C, D, E dan F dalam kelompok menjawab secara estafet/ berurutan. Setelah semua menjawab, siswa penanya menyampaikan jawaban yang benar.
  3. Dilanjutkan siswa huruf B bertanya, siswa C, D, E, F dan A menjawab secara estafet. Setelah semua menjawab, siswa penanya menyampaikan jawaban yang benar.
  4. Dilanjutkan siswa huruf C bertanya, siswa D, E, F, A dan B menjawab secara estafet. Setelah semua menjawab, siswa penanya menyampaikan jawaban yang benar. Demikian seterusnya sampai semua siswa menjadi penanya.



KEGIATAN AKHIR :


Di akhir kegiatan siswa diminta menuliskan semua pertanyaan dan jawaban yang diingatnya sebanyak mungkin secara berpasang-pasangan. Salah seorang siswa menjadi penanya, siswa lainnya bergiliran menjawab. Selanjutnya guru mengevaluasi kegiatan siswa dengan memberi beberapa pertanyaan sesuai dengan topik pembahasannya.

  • Keunggulan strategi estafet jakarta:
  1. trategi ini sangat efektif untuk melatih keberanian siswa dalam bertanya dan mengemukakan pendapatnya.
  2. Melatih kerjasama siswa dalam kelompok
  3. Melatih sportifitas siswa
  4. Siswa merasa senang dalam belajar. Lihat pernyataan siswa tentang etafet jakarta

  • Kelemahan strategi estafet jakarta:
  1. Pertanyaaan yang dibuat siswa sering homogen/ sama sehingga cakupan materi yang dikuasai siswa kurang berkembang.
  2. Siswa yang kurang mampu dalam membuat pertanyaan akan membingungkan siswa lainnya karena pertanyaan yang dibuatnya tidak jelas/ tidak terfokus pada permasalahan.
  3. Karena siswa diwajibkan memamahami jawaban dari pertanyaannya sendiri , maka siswa yang belum mendapat giliran bertanya lebih sering menghapalkan jawaban atas pertanyaan sendiri dari pada mendengarkan pertanyaan teman.

Catatan:


Strategi ini sudah beberapa kali diujicobakan pada saat pembelajaran, tetapi belum dilakukan penelitian terhadap strategi ini.


Tulisan ini saya persembahkan untuk seluruh rekan Guru . Semoga bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Silakan dicoba.




SELAMAT BERINOVASI dalam pembelajaran.

Minggu, Juni 14, 2009

Menulis itu Gampang atau Susah?

Bagian ke-3

Bertemu Wartawan
Suatu ketika di sekolah tempatku mengajar datang seorang yang mengaku dirinya wartawan. Lebih dari itu, dia juga mengaku dirinya sebagai pimpinan redaksi Tabloid Retorika Rakyat. Dia menawarkan kepada sekolahku untuk berlangganan tabloid tersebut. Akupun memberanikan diri untuk menawarkan kepadanya tulisan atau artikelku agar dimuat di tabloid tersebut. Dia menyambut tawaranku dengan senang hati. Bahkan dia menjanjikan agar memberikan honor sekedarnya apabila tulisanku layak dan dimuat dalam tabloid Retorika Rakyat.
Segeralah aku kumpulkan segenap energi yang aku miliki untuk menulis. Aku mulai dengan memilih tema yang sekiranya dapat aku tulis dengan mudah. Bagaimanapun bagusnya tema kalau aku sendiri tidak tahu detail pembahasannya pasti aku akan mengalami kesulitan yang besar. Kemudian aku mencari dan memebaca referensi yang menunjang untuk tulisan yang akan aku buat.
Aku mencoba menulis dengan semangat membara. Kata demi kata aku rangkai menjadi kalimat, Kalimat demi kalimat aku rangkai menjadi paragraf. Paragraf demi paragraf aku rangkai menjadi kesatuan tulisan dengan judul : Budaya Menulis di Kalangan Guru, Cermin sebuah Keprihatinan.
Esok harinya, aku baca tulisanku itu. Tidak lupa aku melakukan editing tulisan untuk memastikan agar tidak ada tulisan yang salah, baik ejaan maupun pemilihan katanya. Aku juga melakukan perbaikan kalimat yang dirasa tidak efektif.
Setelah dirasa baik, aku mulai membuat surat pengantar. Untuk membuat surat pengantar yang baik, aku mencoba saran yang dikemukakan oleh Agus M. Irkham dalam buku Prigel Menulis Artikel. Sekali lagi, aku menelisik tulisanku dan memastikan bahwa tulisanku tersebut benar-benar layak untuk dimuat di media massa. Kemudian aku mencetak dan mengirim artikel atau tulisanku itu melalui kantor pos. Tidak lupa aku sisipkan biodata dan pas foto, barangkali ada manfaatnya untuk membuat piagam atau sertfikat jika tulisanku dimuat. Maklum, aku seorang guru yang membutuhkan pengakuan dalam bentuk piagam atau sertifikat untuk memperoleh angka kredit dari kegiatan pengembangan pprofesi.
Artikel pertamaku langsung dimuat di media cetak
Aku benar-benar terkejut ketika pada bu;an berikutnya Mas Kutoro Wisnu Subroto – pimred dan wartawan tabloid Retorika Rakyat - mengirimi aku SMS. Dia mengabarkan kepadaku bahwa tulisanku dimuat dalam tabloid tersebut pada edisi ketiga bulan September-Oktober 2008. Dia juga menyatakan bahwa tulisanku berkualitas dan banyak yang memuji. Aku benar-benar merasa sangat bahagia, karena ini adalah pertama kali aku mengirim artikel dan langsung dimuat di media massa.
Aku bersyukur atas apa yang telah aku lakukan dan membuahkan hasil yang memuaskan. Aku teringat akan kata-kata yang banyak disampaikan oleh para penulis terkenal. Pada awal-awal mereka menulis mereka sering mengalami penolakan oleh media massa dengan berbagai alasan. Namun hal itu tidak terjadi padaku. Tulisan pertamaku langsung dimuat di media massa. Tapi aku tidak boleh sombong. Menurut aku, tulisanku langsung dimuat di media massa bukan karena tulisanku bermutu tinggi. Tetapi lebih disebabkan oleh kondisi media massa tersebut yang baru berdiri dan belum banyak memiliki penulis/koresponden yang mengenal dan mengirim tulisannya. Jadi daripada tidak ada tulisan yang masuk ke redaksi, tulisanku pun dimuat. Apalagi media tersebut berada di daerah dan belum terkenal.
Akupun meminta kepada redaktur tabloid tersebut agar dibuatkan semacam piagam aatau sertifikat sebagai bukti fisik yang kan aku gunakan untuk pangajian angka kredit untuk kenaikan pangkat. Dan alhamdulillah, walaupun hanya dihargai dengan nilai 1 tatapi aku cukup bangga bisa memperoleh nillai angka kredit dari unsur pengembangan profesi. Ini sebagai bekalku untuk melanjutkan pengembangan profesi jika nanti aku akan mengajukan pangkat berikutnya terutama pada saat pengajuan pangkat ke golongan IV B ke atas.
Pada tanggal 7 September 2008 artikel tersebut aku kirim via email (ini hanya coba-coba lho...) ke situs Pendidikan Network. Ternyata tulisanku itu dipublikasikan di sana. Dan yang lebih mengejutkan lagi ternyata tulisanku juga ikut parkir di situs PGRI Riau dan situs SDN Sengon 02 Brebes. Sungguh aku merasa puas.... (selesai).

Sabtu, Juni 13, 2009

Menulis itu Gampang atau Susah?

Bagian ke-2

Mulailah dari menulis buku harian
Suatu hari aku bertemu dengan seorang penulis yang cukup piawai. Dia adalah Hernowo. Kata Hernowo melalui "Langkah Mudah Membuat Buku yang Menggugah", jika kita ingin menjadi penulis buku, mulailah dari menulis buku harian. Jangan hiraukan tentang tema. Jangan terkekang oleh aturan-aturan baku tentang menulis. Pokoknya, tulislah apa saja yang terlintas dalam pikiran kita. Tulislah apa saja yang kita rasakan, yang kita inginkan. Jadi sekali lagi jangan terkekang oleh aturan penulisan.

Melalui tulisan ini aku mencoba menulis apa saja yang ada dalam pikiranku. Aku mencona memencet tombol-tombol keyboard komputerku semauku sendiri. Kali ini aku mencoba memutahkan semua isi pikiranku selagi aku berada di hadapan layar komputer.

Aku tak perlu memikirkan apakah tulisanku bermutu atau tidak. Aku tak perlu berharap apakah tulisanku dapat memuaskan orang lain yang membacanya atau tidak. Inilah cara yang diajarkah oleh Hernowo, seperti yang dikatankan kepadaku ketika baru pertama kali aku jumpa dia. Dia mengatakan kepadaku, kalau ingin menulis, tulislah segala sesuatu yang terlintas dalam pikiran kita. Tulislah dalam sebuah buku harian atau di komputer. Tulislah di dalam handpone atau di manapun tempat menulis. Kalu perlu bawalah sebuah buku catatan kecil untuk menulis apa saja ide yang meilntasi pikiran kita.

Menulis yang mengalir
Hernowo juga mengatakan bahwa agar bisa menulis yang "mengalir" katanya ada syaratnya. Yang pertama, kita perlu spontan dalam mengalirkan kata-kata. Maksudnya, kita kita tidak boleh memiliki keraguan di dalam mengalirkan kata-kata ke dalam buku harian. Pokoknya tugas kita yang pertama hanya mengalirkan kata-kata. Memuntahkan semua isi pikiran. Yang kedua, dia mengatakana kepadaku, bila akan menulis, kita perlu dalam keadaan sangat bebas. Maksudnya, kita tidak perlu memperhatikan orang lain dalam menulis, tumpahkan saja semua yang kita pikirkan, apaupun hasilnya. Dan yang ketiga dia juga berpesan, agar aku selalu latihan menulis dalam catatan harian, setiap hari, sesering mungkin.

Aku bertanya, bila kita ingin menulis dalam catatan harian tetapi tidak punya ide bagaimana? Ya, bersabarlah, jangan memaksakan diri, kita harus ingat, kalau menulis harus bebas dan spontan. Yach,... kalau memang mau memaksakan diri ya, silakan saja. Tulis saja kata-kata macet yang banyak. Pokoknya tulis macet berkali kali, berderet-deret, berulang ulang.

Aku jadi heran, kenapa mesti menulis kata-kata macet? Mungkin maksudnya adalah supaya tidak macet dalam menulis. Jadi, yang penting setiap hari kita menulis. Walau apapun yang kita tulis. Karena dalam menulis kita harus punya kebebasan. Dalam kebebasan itu, tulisan akan mengalir tanpa mampu terbendung oleh pena kita atau tombol-tombol keyboard komputer.

Menjemput ide
Kita jangan berharap akan datangnya ide atau gagasan luar biasa untuk menulis. Kita tak perlu menanti datangnya ilham bila akan menulis. Kita juga tak perlu meneliti diri kita sendiri apakah lita berbakat menulis atau tidak. Sebab, kata Solihin - penasehatku saat aku berkunjung ke PAKGURUONLINE- menulis bukanlah bakat, tetapi kompetensi. Ya... kompetensi. Jadi, menulis dapat dilatih. Kompetensi adalah keterampilan, keterampian itu bisa dilatih. Untuk melatih kompetensi kita perlu motivasi, dan keseriusan, serta merelakan waktunya untuk menulis. Untuk itu kita perlu terus-menerus berlatih menulis. kita harus menjeput bola, eh... menjemput ide dan mengumpulkan ide, bukan menanti ide dan gagasan datang baru kita menulis.

Banyak-banyaklah membaca
Kita semua harus belajar menulis, bahkan orang buta sekalipun pasti bisa menulis. Solihin memberi contoh kepadaku tentang orang buta yang bisa menulis, dia adalah John Milton, yang dalam keadaan buta, bisa menjadi penyair kelas dunia. Membaca ceritanya, tentu aku sangat kaget. Bagaimana mungkin, orang buta menjadi penyair? Namun ketika aku menanyakan hal itu, dia tidak menjawab secara langsung. Cari saja sendiri jawabannya, banyak-banyaklah membaca, nanti kamu akan tahu. Begitu katanya.

Jangan takut mencoba
Saat itu aku merenung, mengapa dalam keadaan yang terbatas mereka bisa hidup tak terbatas oleh kecacatan tubuhnya? Cacat bukanlah batas untuk kita melakukan aktivitas. Memang benar, kalau kita banyak membaca, kita akan tahu banyak hal. Kita akan tahu batas-batas yang melampaui batas kemampuan kita. Akupun terdorong untuk selalu membaca, membaca, dan membaca. Aku juga selalu bertanya, bertanya, dan bertanya. Aku juga selalu mencoba, mencoba dan mencoba. Aku juga selalu .... (bersambung lagi ah...).

Kamis, Juni 11, 2009

Menulis itu Gampang atau Susah?

Bagian ke-1


Benarkah menulis itu gampang?
Arswendo pernah menulis buku “Mengarang itu Gampang” — dalam kaitannya dengan penulisan buku, cerpen, dan sejenisnya. Tetapi bagi banyak orang termasuk aku, menulis adalah pekerjan yang sangat sulit. Apalagi jika yang ditulis adalah sesuatu yang harus mengikuti aturan, sesuatu yang harus ilmiah, sesuatu yang harus baku, sesuatu yang harus memberi pencerahan, sesuatu yang harus indah, sesuatu yang harus update, sesuatu yang harus berguna dan sesuatu yang harus lainnya. Pokoknya ketika aku akan menulis aku sering merasakan kesulitan. Setidaknya itulah yang aku sampai saat ini.

Aku mulai menulis
Beberapa bulan yang lalu, tepanya pada bulan April 2008 mulai menggunakan komputer pribadiku untuk akvitas browsing di internet. Aku menggunakan HP Sony Ericson K 310i milikku yang sebagai modemnya menggunakan yang dikoneksikan ke komputer menggunakan infrared. Maklumlah... aku tinggal di daerah pedsaan yang nggak ada jaringan telepon. Beruntung di dekat desaku ada menara telepon sehingga sinyalnya cukup kuat. Melalui bantuan seorang teman yang tahu tentang programing komputer, jadilah komputerku sebuah internet. Aku mulai senang melakukan browsing, download dan kopi paste beberapa artikel, opini, makalah dan info-info penting lainnya. Aku mulai mengenal makhluk yang bernama internet. Aku mulai gandrung dan jatuh cinta kepada internet.

Melalui internet aku mengenal seorang yang memotivasi aku untuk menulis. Dia adalah Solihin. melalui tulisannya dia banyak memberikan tips dalam menulis. Aku pun mulai merasakan getaran yang kuat dalam dadaku. Getaran itu bernama ”aku akan menulis”. Tetapi, apa yang akan kutulis, aku tidak tahu. Yang penting aku ingin menulis. Karena kata Solihin menulis itu gampang. Kemudian aku mencoba untuk menulis. Namun aku kembali menjumpai makhluk yang bernama menulis itu tidak gampang”. Jadi, omong kosong kalau menulis itu gampang. Aku nggak setuju dengan ungkapan bahwa menulis itu gampang. Aku hanya tahu bahwa setiap kali aku ingin menulis, aku selalu bingung memulainya. Harus dari mana aku memulai menulis. (Bersambung) U.S

Senin, Juni 08, 2009

Blogspot.com Vs WordPress.com

Seorang teman yang sudah lama aktif di dunia maya yaitu Guskar bertanya kepadaku,” Mas Untung, mana yang lebih enak menulis di blogspot apa di wordpress, nih?“. Demikian pertanyaan pada kolom komentar yang muncul di Metamorfosis’s blog yang aku buat di wordpress. Aku juga membuat blog yang aku namai Guru Sejati. Sebelumnya aku mengabari kepadanya bahwa aku sedang mencoba melakukan blogging di blogspot dan wordpress.
Memang agak sulit dan bahkan terbilang sulit untuk menjawab pertanyaannya, karena aku belum begitu memahami kedua website penyedia blog gratisan tersebut. Sampai akhirnya aku bertemu dengan darmawanku.com. Dia banyak menjelaskan padaku tentang kelebihan dan kekurangan blogspot dan wordpress. Maka aku katakan kepadanya “Inilah info yang aku cari-cari. Kebetulan aku baru saja membuat blog di wordpress dan di blogspot. Aku sedang membanding-bandingkan kelebihan dan kekurangan masing-masing.Tapi karena aku sangat awam dengan keduanya, maka aku sendiri hanya merasakan beberapa kesulitan dan kemudahan yang aku alami ketika menggunakan BP dan WP.di BP aku kesulitan menampilkan statistik, jumlah kunjungan, postingan, komentar dan sebagainya. Kalau di WP aku aku juga kesulitan dalam hal menampilkan daftar blog, menambah gambar pada postingan, mengatur dan menambah widget. dll.”
Pertemuanku dengan darmawan memberikan jawaban lebih meyakinkan tentang mana yang lebih enak, menulis di blogspot apa di wordpress. Apa sih, yang dikatakan Darmawan kepadaku? Untuk mengabarkan kepada orang lain, dia berpesan:
Semua artikel bebas untuk dikopi paste, ditulis ulang dan disebarluaskan dengan tujuan nonkomersial, baik dengan atau tanpa menyertakan sumber penulisan.” .
Maka dengan penuh rasa terima kasih, akupun memberanikan diri untuk menyampaikan apa yang dikatannya kadaku. Inilah kutipannya:
Blogspot dan WordPress.com merupakan website penyedia blog gratisan yang terlaris. Apabila Anda masih bingung dengan perbandingan keduanya maka berikut ini ada ulasan mengenai kelebihan dan kekurangannya.


Kelebihan WordPress.com
o Gratis dengan domain username.wordpress.com.
o Pengunjung mudah untuk memberikan komentar.
o Anda dapat posting dan menjawab komentar dengan email.
o Ada fitur posting terjadwal.
o Mengganti themes tidak merubah widget.
o Mempunyai statistik pengunjung.
o Ada antispam bernama akismet.
o Komentar baru bisa terlihat dari dashboard.
o Notifikasi email apabila ada komentar baru.
o Ada versi mobile (m.wordpress.com).
o Mempunyai fitur Turbo sehingga mempercepat membuka halaman di Firefox atau IE.
o Menu untuk menulis lebih lengkap daripada di Blogspot.
o Ada website id.wordpress.com yang berisi blog dan postingan terhangat.
o Mempunyai space 3 giga untuk menyimpan foto dan dokumen office.


Kekurangan WordPress.com
o Tidak dapat diberi java script misalnya untuk chatbox dan sebagainya.
o Tidak diperbolehkan serta tidak dapat untuk iklan seperti adsense atau kumpulblogger.
o Themes dan widget terbatas.
o Agak susah untuk menulis dan mengedit melalui ponsel, kecuali menulis dengan email atau mobile.
o Hanya mendukung upload foto dan dokumen office.
o Tidak adapat langsung mengupload video, hanya bisa dari url.
o Berbayar untuk mempergunakan domain sendiri. Sekitar 10 dolar setahun.


Kelebihan Blogspot
o Gratis dengan domain username.blogspot.com.
o Java script diperbolehkan sehingga dapat menambahkan chatbox, jam, dll.
o Themes tidak terbatas karena dapat menambah sendiri.
o Beragam modifikasi dapat dilakukan di layoutnya.
o Dapat dipergunakan serta boleh untuk iklan, misalnya adsense, dsb.
o Gratis untuk mempergunakan domain sendiri.
o Dapat posting dengan mempergunakan email.
o Notifikasi email apabila ada komentar baru.
o Mempunyai fitur chapcha untuk menangkal spam.
o Dapat langsung upload video dan gambar dengan space 1 giga.
o Dashboard relatif lebih mudah diakses dari Opera Mini di ponsel.


Kekurangan Blogspot
o Apabila mengganti Themes maka widget/gadget kadang ada yang hilang.
o Agak susah untuk memberikan komentar, terutama apabila menggunakan ponsel serta diberi chapcha.
o Komentar tidak dapat ditampilkan dan dikelola dari dashboard.
o Menu menulis kurang lengkap, tidak selengkap WordPress.com.
o Tidak mempunyai fitur statistik.
o Tidak ada halaman khusus berisi daftar pengguna blogspot.
o Tidak mempunyai versi mobile untuk posting.
o Tidak bisa membuat halaman (page) seperti di wordpress.
Apabila Anda ingin mendaftar dapat melalui id.wordpress.com dan blogspot.com. Untuk blogspot dapat mempergunakan akun Gmail. Tinggal masukkan username dan password Gmail Anda.
Contoh blog WordPress.com adalah seperti blog ini, darmawanku.com. Sedangkan contoh Blogspot bisa dilihat di http://darmawanku.blogspot.com/. Ini saya hidupkan kembali akunnya, sudah 2 tahunan tidak diurus. Ada beberapa tips disana jadi silahan dilihat2.

And The Winner Is…
Diantara keduanya ada kelebihan dan kekurangan tersendiri. Apabila Anda ingin fitur yang lengkap, tidak ribet dengan kode html dan tidak ingin memasang iklan maka bisa memilih WordPress.com. Namun apabila ingin kebebasan mengutak-atik bentuk blog serta support java script dan iklan maka pilihan jatuh pada Blogspot.
Menurut saya lebih baik mempunyai keduanya. Sehingga dapat mengetahui cara ngeblog di WordPress.com maupun di Blogspot.com. Lagipula untuk memiliki keduanya tidak ditarik biaya bulanan alias gratis.
Demikian yang dikatakan Darmawan kepadaku. Akupun tersenyum.



Selamat Ngeblog.

Jumat, Juni 05, 2009

Semoga Prita Mulyasari DIBEBASKAN

Prita, oh Prita
Mengapa nasibmu begitu malang
hanya karena curhatmu di email
kau dijebloskan ke dalam penjara

Siapa yang nggak simpati padamu
kau hanyalah menuntut hak
hakmu atas pelayanan kesehatan di RS Omni
Tapi
Mengapa hakmu tiba-tiba digantikan
dengan penjara

Sungguh
Ini suatu cobaan berat buatmu
juga pelajaran berharga bagi semua orang yang mau curhat
pelajaran bagi yang yau berekspresi
bahwa
SEKARANG ADA PIHAK yang mengendus
kebebasan kita dalam berekspresi
dengan dalih
PENCEMARAN NAMA BAIK

hua.. ha.. ha.... hua... haha...
aku mulai muak
dengan ketidak adilan yang dipertontonkan pejabat
dan budak hukum