SELAMAT DATANG

GURU SEJATI adalah tempatku belajar dari apa yang aku baca, aku lihat, aku dengar dan aku rasakan, dan berbagi dengan sesama insan yang belajar. GURU SEJATI bukanlah aku atau diriku. GURU SEJATI adalah semangatku dalam mengapai ilmu dan ridho-Nya.adalah semangatku dalam mengapai ilmu dan ridho-Nya.GURU SEJATI adalah proses belajar dan mencari jati diri.

Minggu, November 28, 2010

Ayo berinovasi membuat media pembelajaran menggunakan eXeLearning

eXeLearning XHTML editor (eXe) merupakan aplikasi berbasis web yang dirancang untuk mengembangkan dan mempublikasikan bahan ajar berbasis web, tanpa perlu penguasaan HTML, XML ataupun aplikasi publikasi web yang complicated (rumit).
eXeLearning telah dirancang untuk membantu para pemakai dengan fleksibilitas untuk mengembangkan konten pelajaran atau sumber pembelajaran dengan cara yang terbaik yang sesuai dengan proses pengembangan. Beberapa pemakai sebagai contoh, lebih memilih membuat outline dari struktur content mereka terlebih dahulu sebelum menguraikan dalam detil content.

Minggu, November 21, 2010

Seleksi CPNSD Provinsi Jawa Tengah tahun 2010


 

STATISTIK PENDAFTAR

Seleksi CPNSD Provinsi Jawa Tengah yang di update pada hari Minggu tanggal 21 Nopember 2010, pukul 22.44 malam.

 
 

NO

KODE INSTANSI

INSTANSI

Kelompok Formasi

Jumlah

Guru

Kesehatan

Teknis

1

2

3

4

5

6

7

1. 

 6476

 Kota Surakarta

799 

446 

1833 

3078 

2. 

 6475

 Kota Magelang

640 

282 

2900 

3822 

3. 

 6474

 Kota Tegal

1911 

521 

3517 

5949 

4. 

 6473

 Kota Pekalongan

459 

658 

1146 

2263 

5. 

 6429

 Kabupaten Wonogiri

2238 

1775 

2428 

6441 

6. 

 6427

 Kabupaten Sukoharjo

3084 

1393 

3757 

8234 

7. 

 6426

 Kabupaten Sragen

2979 

952 

2165 

6096 

8. 

 6425

 Kabupaten Boyolali

1544 

1409 

2777 

5730 

9. 

 6423

 Kabupaten Kebumen

2121 

977 

1897 

4995 

10. 

 6422

 Kabupaten Purworejo

765 

904 

1764 

3433 

11. 

 6420

 Kabupaten Temanggung

1860 

850 

1135 

3845 

12. 

 6419

 Kabupaten Magelang

769 

994 

3718 

5481 

13. 

 6418

 Kabupaten Banjarnegara

2585 

1255 

4481 

8321 

14. 

 6416

 Kabupaten Cilacap

3526 

1587 

3871 

8984 

15. 

 6415

 Kabupaten Banyumas

238 

1091 

1208 

2537 

16. 

 6414

 Kabupaten Blora

2667 

1111 

1920 

5698 

17. 

 6412

 Kabupaten Jepara

4650 

1206 

3501 

9357 

18. 

 6410

 Kabupaten Kudus

1924 

1507 

2827 

6258 

19. 

 6409

 Kabupaten Pati

4034 

1279 

2380 

7693 

20. 

 6408

 Kabupaten Brebes

6611 

1277 

3254 

11142 

21. 

 6407

 Kabupaten Tegal

2103 

1188 

2667 

5958 

22. 

 6406

 Kabupaten Batang

351 

451 

1305 

2107 

23. 

 6404

 Kabupaten Grobogan

1437 

1065 

1385 

3887 

24. 

 6401

 Kabupaten Semarang

1278 

913 

3191 

5382 

25. 

 6400

 Provinsi Jawa Tengah

300 

1877 

11749 

13926 

  

  

JUMLAH

50873

26968

72776

150617

 
 

Dari tabel tersebut terlihat jumlah pendaftar terbanyak adalah untuk instansi provinsi Jawa Tengah yakni 13.926 pendaftar, diikuti kabupaten Brebes pada urutan kedua yaitu 11.142 pendaftar. Sedangkan pendaftar paling sedikit untuk instansi Kabupaten Batang yang hanya ada 2.107 pendaftar. .

Sumber : http://cpns.jatengprov.go.id

STRATEGI PEMBELAJARAN ESTAFET JAKARTA

ESTAFET JAwab KARtu perTAnyaan

Creative By: UNTUNG SUTIKNO, S.Pd.

Guru SDN Rungkang 02 Kecamatan Losari Kabupaten Brebes

2008


 

Pengantar

Belajar merupakan upaya membangun makna/pengertian/pemahaman terhadap pengalaman dan informasi yang dilakukan oleh si pembelajar, yang disaring melalui persepsi, pikiran dan perasaan. Sedangkan mengajar merupakan upaya menciptakan suasana yang mengembangkan inisiatif dan tanggung jawab belajar si pembelajar ke arah belajar seumur hidup.

Beberapa pernyataan tentang proses belajar mengajar yang dijalankan guru dewasa ini :

" … pesan yang tertangkap oleh pembelajar dalam pengalaman belajar-mengajar sangat tergantung pada bentuk kegiatan belajar yang dihayatinya" (Cf. Brophy dan Alleman, 1991; Gagne, 1997; Gagne dan Glaser, 1987, dalam Raka Joni, 1993).

"Pembaharuan dalam bidang pendidikan harus dimulai dari 'bagaimana anak belajar' dan 'bagaimana cara guru mengajar', bukan dari ketentuan-ketentuan hasil" (Brooks, 1999, hal.3 – 4)

" Di Indonesia, kemampuan cara mengajar di depan kelas inilah yang masih kurang dimiliki guru-guru. Padahal materi pelajaran dalam kurikulum yang dipelajari itu di mana-mana sama (J. Drost. Kompas: 4 Juni 2002)


 

Strategi pembelajaran estafet jakarta (jawab kartu pertanyaan) menggunakan pendekatan Pakem ( Pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan). Strategi ini dapat diterapkan oleh guru baik di tingkat sekolah dasar maupun di tingkat menengah. Strategi estafet jakarta saya ciptakan untuk memberi kontribusi terhadap upaya melakukan pembaharuan proses belajar mengajar sebagaimana pernyataan-pernyataan di atas.


 

LANGKAH-LANGKAH ESTAFET JAKARTA


 

KEGIATAN AWAL

  1. Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, guru menyiapkan kartu bernomor sejumlah siswa untuk pengelompokkan siswa, misal (36 anak)
  2. Guru menyajikan materi atau bacaan.
  3. Setiap siswa diberi kartu/ kertas kosong.
  4. Setiap siswa ditugasi menuliskan sebuah pertanyaan pada kartu/ kertas kosong. Siswa diwajibkan mengerti jawaban / kunci jawaban dari pertanyaan yang dibuatnya.
  5. Setiap siswa diberi sebuah kartu bernomor yang telah disiapkan (seperti di atas).
  6. Selanjutnya seluruh siswa menuju ke halaman sekolah dan berkumpul membentuk kelompok sesuai kartu kelompok yang diterimanya.


 

BABAK PERTAMA

Berdasarkan kelompok abjad (kelompok A, B. C. D. E dan F). Kegiatan dilakukan di luar kelas secara serentak semua kelompok.

  1. Siswa berkelompok sesuai abjad pada kartu yang ia terima.
  2. Setiap siswa secara estafet, diawali dari siswa yang bernomor kartu 1 membacakan pertanyaan yang dibuatnya, siswa lain dalam kelompok menjawab secara estafet diawali dari nomor kartu 2, 3, 4, 5 dan 6.
  3. Setelah semua menjawab, siswa penanya menyampaikan jawaban yang benar.
  4. Dilanjutkan siswa dengan nomor kartu 2 bertanya, siswa lainnya dalam satu kelompok menjawab secara estafet diawali dari nomor 3, 4, 5, 6, dan 1.
  5. Selanjutnya siswa dengan nomor kartu 3 bertanya, siswa lainnya dalam satu kelompok menjawab secara estafet diawali dari nomor 4, 5, 6, 1, 2 dan 3.
  6. Setelah semua menjawab, siswa penanya menyampaikan jawaban yang benar
    1. Setelah semua menjawab, siswa penanya menyampaikan jawaban yang benar. Demikian seterusnya sampai semua siswa menjadi penanya.


 

BABAK KEDUA


 

Berdasarkan Kelompok nomor kartu (kelompok 1, 2, 3, 4, 5 dan 6). Kegiatan ini dilakukan utnuk pemerataan jangkauan siswa terhadap kegiatan menJAwab KARtu perTAnyaan yang dibuat oleh siswa dari kelompok lain.

  1. Siswa berkelompok sesuai nomor pada kartu yang ia terima.
  2. Setiap siswa secara estafet diawali dari siswa huruf A membacakan pertanyaan yang dibuatnya, siswa B, C, D, E dan F dalam kelompok menjawab secara estafet/ berurutan. Setelah semua menjawab, siswa penanya menyampaikan jawaban yang benar.
  3. Dilanjutkan siswa huruf B bertanya, siswa C, D, E, F dan A menjawab secara estafet. Setelah semua menjawab, siswa penanya menyampaikan jawaban yang benar.
  4. Dilanjutkan siswa huruf C bertanya, siswa D, E, F, A dan B menjawab secara estafet. Setelah semua menjawab, siswa penanya menyampaikan jawaban yang benar. Demikian seterusnya sampai semua siswa menjadi penanya.


KEGIATAN AKHIR :

Di akhir kegiatan siswa diminta menuliskan semua pertanyaan dan jawaban yang diingatnya sebanyak mungkin secara berpasang-pasangan.

Salah seorang siswa menjadi penanya, siswa lainnya bergiliran menjawab. Selanjutnya guru mengevaluasi kegiatan siswa dengan memberi beberapa pertanyaan sesuai dengan topik pembahasannya.


 

Keunggulan strategi estafet jakarta:

  1. Strategi ini sangat efektif untuk melatih keberanian siswa dalam bertanya dan mengemukakan pendapatnya.
  2. Melatih kerjasama siswa dalam kelompok
  3. Melatih sportifitas siswa
  4. Siswa merasa senang dalam belajar. Lihat pernyataan siswa tentang etafet jakarta

Kelemahan strategi estafet jakarta:

  1. Pertanyaaan yang dibuat siswa sering homogen/ sama sehingga cakupan materi yang dikuasai siswa kurang berkembang.
  2. Siswa yang kurang mampu dalam membuat pertanyaan akan membingungkan siswa lainnya karena pertanyaan yang dibuatnya tidak jelas/ tidak terfokus pada permasalahan.
  3. Karena siswa diwajibkan memamahami jawaban dari pertanyaannya sendiri , maka siswa yang belum mendapat giliran bertanya lebih sering menghapalkan jawaban atas pertanyaan sendiri dari pada mendengarkan pertanyaan teman.


     


     

Catatan:

Strategi ini sudah beberapa kali diujicobakan pada saat pembelajaran, tetapi belum dilakukan penelitian terhadap strategi ini.

Tulisan ini saya persembahkan untuk seluruh rekan Guru . Semoga bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Silakan dicoba.